Make your own free website on Tripod.com
Artikel
Home | Profile | Gallery | Hubungi kami

Cinta
Oleh: Trevor Klein


  Seorang pria dan kekasihnya menikah dan
  acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua
  kawan-kawan dan keluarga mereka hadir
  menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia
  tersebut. Suatu acara yang luar biasa
  mengesankan.


  Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun
  putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam
  yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang
  setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh
  saling mencintai.


  Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata
  kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca
  sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
  memperkuat tali pernikahan" katanya sambil
  menyodorkan majalah tersebut.


  "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang
  kurang kita sukai dari pasangan kita.
  Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah
  hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan
  kita bersama lebih bahagia....."


  Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan
  hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka
  sukai dan berjanji tidak akan tersinggung
  ketika pasangannya mencatat hal-hal yang
  kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan
  mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk
  berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas
  dalam benak mereka masing-masing.


  Besok pagi ketika sarapan, mereka siap
  mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya",
  kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan
  daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya,
  sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai
  membacakan satu persatu hal yang tidak dia
  sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa
  airmata suaminya mulai mengalir.....


  "Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.


  "Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.


  Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua
  yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya
  dengan manis diatas meja dan berkata dengan
  bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang
  membacakan daftarmu".


  Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku
  tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku
  berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku
  tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu
  sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak
  satupun dari pribadimu yang kudapatkan
  kurang.... "


  Sang istri tersentak dan tersentuh oleh
  pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati
  suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa
  adanya... Ia menunduk dan menangis.....


  Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
  dikecewakan, depressi, dan sakit hati.
  Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
  memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh
  dengan keindahan, kesukacitaan dan
  pengharapan.


  Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan
  sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan
  jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang
  indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita
  akan menjadi orang yang berbahagia jika kita
  mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang
  baik dan mencoba melupakan yang buruk.


copyright 2004 all rights reserved    designed and developed by GARIS Japan